Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

[Info] BI Keluarkan Aturan Baru, Uang Muka Kendaraan Kini Lebih Ringan

#1
[Image: 022962900_1435563440-motor-1.jpg]

Suasana pameran kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Sabtu (27/6/2015). Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan aturan pelonggaran uang muka (DP) untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

[Image: 028004900_1435563706-motor-2.jpg]

Pengunjung melihat produk mobil pada pameran kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Sabtu (27/6). Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan aturan pelonggaran uang muka/DP untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor (Liputan6.com/Helmi Afandi)

[Image: 080249500_1435564015-MOTOR-4.jpg]
Pengunjung berjalan di depan pameran kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Sabtu (27/6/2015). Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan aturan pelonggaran uang muka/DP untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

[Image: 058929700_1435563913-MOTOR-3.jpg]


Produk mobil yang diikutsertakan pada pameran kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Sabtu (27/6/2015). Bank Indonesia (BI) menerbitkan aturan pelonggaran uang muka/DP untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor


Selain menerbitkan aturan pelonggaran kredit kepemilikan rumah, Bank Indonesia (BI) juga telah menerbitkan aturan pelonggaran uang muka (down payment/DP) untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor sudah berlaku.

Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.17/10/PBI/2015 mengenai Rasio LTV atau Rasio Financing To Value, untuk Kredit atau Pembiayaan Properti dan Uang Muka Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

Direktur Departemen Kebijakan Makro Prudential BI Yati Kurniati, menyebutkan, uang muka untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Pembiayaan Kendaraan Bermotor Syariah (KKB Syariah) sudah diturunkan.

Semula BI menetapkan untuk memiliki kendaraan bermotor roda dua, nasabah harus membayar uang muka sebesar 25 persen dari total harga motor. Namun kini Untuk jenis kendaraan roda dua, kredit/pembiayaan baik konvensional maupun syariah masing-masing dipatok 20 persen.

Sementara untuk kendaraan beroda tiga atau lebih yang digunakan untuk kegiatan yang non produktif nasabah cukup membayar 25 persen uang muka. Ketentuan ini lebih rendah dari aturan sebelumnya yakni 30 persen uang muka.

"Kendaraan yang produktif yaitu merupakan kendaraan yang memiliki izin untuk angkutan orang atau barang yang dikeluarkan oleh pihak berwenang atau yang biasa disebut angkutan umum," ujar Yati di Jakarta, Rabu (24/6)

Sebelumnya, penurunan penjualan sepeda motor pada tahun ini membuat sejumlah diler di beberapa wilayah menerapkan strategi uang muka (down payment/DP) ringan untuk pembelian sepeda motor secara kredit. Padahal, saat itu BI belum mengeluarkan dasar hukum pelonggaran LTV.

"Keringanan uang muka kredit ini kan baru dijalanin bulan ini. Tapi belum serentak, baru area-area tertentu seperti Jabodetabek," ujar Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kepada CNN Indonesia, belum lama ini.

AISI mencatat penjualan pada bulan lalu sebanyak 469.630 unit, turun 10,5 persen dibandingkan dengan penjualan bulan sebelumnya atau anjlok 36,4 persen dibandingkan dengan realisasi Mei 2014

sumber artikel

sumber gambar
puasa, proud to be a member of ForNesia Family since Jun 2015.
Reply
#2
kota-kota besar dijamin nambah macet dengan peraturan kek gini buahaha
kota ane aja yang itungannya kota kecil aja udah macet pake aturan lama buahaha
onoopoiki, proud to be a member of ForNesia Family since May 2014.
Reply
#3
nih salah strategi yang terus" di pertahankan haduh"
iya kalo beli di permudah, murah. tapi pajar dikasih makin tahun makin mahal tuh bisa jadi solusi macet
lah kalo motor bli murah pajak makin tahun makin murah semakin lama motornya, mau jadi apa nanti jalanan kita buahaha
Reply
#4
dasar pemerintah sarap sendiri
kalo kendaraan makin banyak, konsumsi BBM makin tinggi, ntar bingung lagi.. harga BBM naik lagi.. makin macet.. makin polusi.. makin g nyaman..

kalo mau kaya gitu mbok ya di daerah pedalaman aja yang minim angkutan umum, jangan dikota besar apalagi di jabodetabek..
kalo kota besar benerin tuh angkutan umum..
ini negara emang udah dianggep perusahaan, pemerintah kejar"an nyenengin swasta asing biar dapet tambahan duit
Reply
#5
bukannya udah bener penjualan kendaraan turun, berati kemacetan,penggunaan bbm, polusi bisa berkurang, ehhh ini malah diiming-imingi dp murah.
eops, proud to be a member of ForNesia Family since Oct 2014. dan saya suka Kimcil.
Reply
#6
sudah berlaku belum ya di leasing nya, ada inceran buat kredit ni mumpung lebaran ketawaaa
trembesi, proud to be a member of ForNesia Family since Feb 2014.
Reply
#7
wah bakal makin banyak aja kendaraan2 pribadi memenuhi jalanan Smile
tambah polusi udara sama suara nih Smile
sumpek deh sumpek tuh yg tinggal di kota - kota besar buahaha
Reply
#8
wah kalo buat kendaraan bermotor pengurangan DP ane rasa kurang setuju nih, tapi kalo pengurangan DP untuk perumahan macem BTN
ane sedikit setuju kalo pengurangan untuk DP kendaraan bermotor yang ada makin macet aja jalanan sendiri
God's in His Heaven All's Right With The World

Reply
  


Possibly Related Threads…
Thread Author Replies Views Last Post
Thumbs Up bayangkan bagaimana orang ini bisa menghasilkan uang ! okeponsel 0 1,240 12-17-2015, 04:52 AM
Last Post: okeponsel
Thumbs Up daftar mata uang di dunia yang diprediksi akan anjlok KampretTamvfan 11 3,797 09-04-2015, 12:31 AM
Last Post: cah bagus