Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Info] Desember, Beli Kartu SIM Mesti Tunjukkan KTP
#1
[Image: 1634277shutterstock-101163595780x390.jpg]

Dalam dua bulan mendatang, tepatnya 15 Desember 2015, pemerintah akan mulai menertibkan pendaftaran kartu SIM baru untuk telepon seluler. Semua pembeli kartu SIM diwajibkan menunjukkan dan mencatatkan kartu identitasnya kepada penjual.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama operator dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sudah sepakat memulai penertiban tanggal 15 Desember 2015," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu dalam pesan singkat kepada KompasTekno, Senin (12/10/2015).

"Kalau ada pembeli SIM card baru, registrasinya dilakukan oleh petugas operator yang sudah diberi identitas sehingga semua nomor (yang dibeli) bisa ditelusuri. Saat ini, semua operator masih dalam proses penyelesaian aplikasinya masing-masing," ujarnya.

Petugas operator yang dimaksud berada dalam konter atau gerai dan sudah mendapatkan nomor identitas terdaftar dari operator telekomunikasi.

Selanjutnya, pembeli kartu SIM mesti menunjukkan identitasnya, misalnya kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), paspor, atau kartu keluarga. Registrasi kartu SIM mesti menggunakan nomor identitas penjual dan data identitas pembeli sehingga tidak bisa lagi dilakukan di luar gerai.

Selama ini, registrasi prabayar dilakukan oleh pembeli dengan cara mengirim pesan ke 4444. Namun, cara tersebut dinilai terlalu longgar sehingga banyak pembeli yang asal menuliskan nama, alamat, dan tanggal lahir.

Kelonggaran tersebut dinilai berkontribusi terhadap munculnya SMS spam (pesan singkat yang mengganggu) dan biasanya berisi penipuan. Dengan menertibkan proses registrasi prabayar, diharapkan hal seperti itu akan berkurang.

SUMBER

Show ContentSpoiler:
[Image: fns_darkred_sign9.png]
Reply
#2
Negara malaysia udah lama duluan nerapin system itu
efektif ..sih (warga cuman 20 juta)
tp kalo di sini yg penduduk 250 juta... rada ragu jg gwcool
Reply
#3
kalo mau beli paketan jadi ribet
User27, proud to be a member of ForNesia Family since Oct 2015.
Reply
#4
beneran ni gan? o.O
soalnya taun kemarin jg uda ad berita ginian tapi g jalan

(10-19-2015, 05:57 AM)Area51 Wrote: Negara malaysia udah lama duluan nerapin system itu
efektif ..sih (warga cuman 20 juta)
tp kalo di sini yg penduduk 250 juta... rada ragu jg gwcool
dinegara maju udah gitu semua, buat mengurangi scam, terorisme, dan biar gampang ngelacak orang jempol
tapi negara maju g ad konter pulsa kecil"an, kalo beli kartu ya ke tempat semacem gerai isat/tsel, jadi gampang monitornya
kalo di indo jelas susah, tapi kalo dirasa ngrepotin dijamin berenti dijalan muaha

(10-19-2015, 06:21 AM)User27 Wrote: kalo mau beli paketan jadi ribet
bukan masalah paketnya,
tapi yang gretonger yang tiap bulan bolak balik ke counter beli perdana setiap ada injek baru yang butuh kartu tertentu / masa aktif habis / injek untuk operator yang sudah lama g dipake
[Image: 0yiydbV.gif]
Reply
#5
saya ndak begitu yakin cara gini akan jalan, tahu sendiri cultur indonesia kayak gimana dan hanya menjadi acara buang buang anggaran saja. tapi bagus juga sih secara kegunaannya karena sms / penipuan sudah sangat marak.

yang jadi masalah apakah kartu lama harus registrasi lagi ? kalau ndak ya sama saja karena para penipu pasti dah siap siap setelah denger berita ginian dengan beli kartu stock banyak wkakkakakak
kethil, proud to be a member of ForNesia Family since Mar 2014.
Reply
#6
wah harus stock kartu dlu sebelum peraturan itu di terapakan ketawaaa
Reply
#7
waduh repot amat beli kartu doang jadi 1 KTP cmn bisa 1 kartu doang ?
berarti penjual pulsa elektrik pada gulung tikar dong ?
kasiman dah tuh
rudicha, proud to be a member of ForNesia Family since Sep 2015.
Reply
#8
ane sedikit ragu kalo sistem seperti itu diterapin di indo
apalagi kalo yang jual sim card conter" kecil kaya sekarang buahaha
Show ContentSpoiler:
Reply
#9
hmmmmmmm, menurut ane sistem ini tidak akan diterapkan gan. isu belaka, jaringan masih mampet, sering gangguan, 4g aja masih dikit coveragenya
habibparampaa, proud to be a member of ForNesia Family since Oct 2014. dan saya suka Kimcil.
Reply
#10
Kalau bener diterapin , operator jadi rugi juga
Reply
#11
terserah lah wes. asal stok sim bodong masih banyak buahaha
Rocky_Seal, Harta bukan segalanya. Ilmu yang lebih utama cool
Reply
#12
Malah jadi ribet banget yak mau beli Sim card baru aja hah
sebenernya sih gk masalah, soalnya tujuannya cuma buat si pengguan sim card nya gk asal2an masukin identitas dirinya
kalo sebatas itu doang masih bisa diterima lah Smile
Reply
#13
Seandainya diterapkan, kira2 bakal gimana nasibnya para pengguna ssh seperti kita ya???
Sepertinya bakal sedikit ribet ketawaaa
Reply
#14
sedikit ragu klo memang benar
mustahillah klo di Indonesia diterapkan hal seperti diatas wong tau aja sendiri negara kita kek mana Smile
Reply
#15
wuihh banyak yg gak setuju neh kalo ane liat komen2 diatas buahaha
entah cm skedar uji coba ato mmg benar adanya tinggal tunggu di Desember nanti
pasti bakal ada perdebatan, dan semoga masih ada celah buat para gretongers Smile
[Image: fns_darkred_sign9.png]
Reply