Current time: 09-21-2018, 09:51 PM Stay in touch via Twitter Facebook RSS Feed
Ada Baiknya anda baca Peraturan Forum ForNesia Disini Dan Disitu Sebelum Terlambat!
System Registration Forums Mulai Kedepan Sewaktu waktu akan Di Tutup.
Silahkan Dibaca Mengenai Auto Pruning User . Agar tidak ada pertanyaan lagi tentang kehilangan akses forum.



[Info] Helikopter EC-130 Jatuh Disebabkan Kabut Asap,1 Korban Diselamatkan Oleh Eceng Gondok

10-14-2015 09:37 PM Helikopter EC-130 Jatuh Disebabkan Kabut Asap,1 Korban Diselamatkan Oleh Eceng Gondok
#1


fauziyagami Away
FNS MEMBER
FNS Member
**

Posts: 221
Joined: Sep 2015

Reputation:

FCoin: 12.45ƒc
Ini Cerita Fransiskus, Penumpang Helikopter EC-130 yang Selamat Wrote:SAMOSIR, KOMPAS.com — Setelah dua hari mencari korban helikopter EC-130, tim menemukan salah seorang penumpang yang selamat, Fransiskus (24). Frans ditemukan personel TNI AL sekitar pukul 12.00 WIB, sekitar 2 mil (3,21 km) dari Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Selasa (13/10/2015).

Setelah diselamatkan, Frans langsung dilarikan ke Puskesmas Onan Runggu untuk mendapat pertolongan pertama, sebelum kemudian dibawa ke RSU Hadrianus Sinaga, Pangururan, untuk perawatan lebih intensif.

Frans mengatakan, di dalam helikopter itu terdapat lima orang. Adapun dia merupakan helicopter landing officer (HLO). ''Posisi saya sebagai HLO. Secara kasarnya, kami sudah mengetahui heli ini bakalan pergi ke mana, ketinggian berapa, meskipun kami tidak sejago pilot," kata Frans saat ditemui di rumah sakit.

Frans mengaku, sebelum heli jatuh, mereka sempat berputar ke arah utara Desa Sihotang, melintasi gunung. "Kemudian, pilot, Kapten Teguh, belok ke kanan lagi. Terus saya lihat kapten itu sudah menyisir Pulau Samosir sebelah timur. Setelah kelihatan tulisan Silangit, kapten ke arah selatan dulu. Jadi, Silangit, kalau menurut gambar GPS, kapten akan naik di ketinggian 5.000 meter," lanjut Frans.

"Tapi, sebelum kami sampai di Silangit, kapten memutar lagi ke sebelah kanan untuk menghilangkan kabut asap. Karena kapten terlalu belokin, helikopter kehilangan kendali dan jatuh ke kiri. Kami pun langsung melompat semua,'' ujarnya, menceritakan saat-saat jatuhnya helikopter tersebut.

Sementara itu, dr Hadrianus Sinaga dan dr Erikson Marbun yang menangani Frans mengatakan, kondisi pria yang bernasib mujur itu belum sepenuhnya pulih. "Memang saya yang mengatasi pasien. Kalau kondisinya masih bisa dibilang 90 persen. Hanya, pasien mengalami kedinginan yang sangat berat,'' ujarnya.

Korban Helikopter Jatuh Terselamatkan oleh Eceng Gondok di Danau Toba Wrote:SAMOSIR, KOMPAS.com — Satu dari lima penumpang ditemukan selamat setelah helikopter jenis EC-130 yang mereka tumpangi jatuh di perairan Danau Toba, Minggu (11/10/2015). Fransiskus (22), korban selamat dalam musibah itu, menceritakan perjuangan mereka untuk tetap dapat bertahan hidup setelah melompat dari helikopter ke danau.

Ketika mendapat perawatan di RSU Hadrianus Sinaga, Pangururan, Kabupaten Samosir, Selasa (13/10/2015), Frans mengatakan bahwa selama 25 menit setelah para penumpang helikopter melompat ke danau, mereka masih bergandeng tangan satu sama lain. Mereka juga sempat meminta tolong. Namun, tidak ada warga yang mendengar dan melihat mereka. Kondisi alam di sekitarnya diliputi kabut asap tebal.

Para korban mencari apa pun yang dapat dijadikan pelampung. Mereka pun berpegangan pada tanaman eceng gondok. Setelah itu, mereka berpencar. Fransiskus dan Sugianto, penumpang lain, terpisah dari ketiga teman lainnya.

Hingga pukul 23.00 WIB, Senin (12/10/2015), Fransiskus masih bersama Sugianto dan melihat sorotan lampu dan meminta tolong. Namun, teriakan mereka tidak terdengar oleh tim SAR.

Kondisi Sugianto makin melemah dan Fransiskus pasrah melihat rekannya tenggelam. Frans melepas seluruh pakaian agar ringan dalam air. Ia pun bertahan hingga ditemukan tim gabungan Basarnas.

Masih dalam penjelasan Fransiskus, sebelum helikopter jatuh pada Minggu siang sekitar pukul 11.28 WIB, ia melihat di sebelah kanan ada Bandara Silangit, di sebelah kiri ada Samosir, dan tampak pula sebuah pulau kecil.

Tim gabungan pencari helikopter menemukan Frans di perairan Desa Sitinjak, Kecamatan Onan Runggu, Selasa sekitar pukul 14.00 WIB. Frans, kelahiran Yogyakarta, 20 Januari 1993, ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan sebuah jam tangan yang masih melekat. Korban ditemukan sekitar 5 mil dari posko di Pelabuhan Onan Runggu.

Serma Marinir Joko Santoso dari Lantamal I Belawan mengatakan bahwa timnya melihat ada sebuah benda yang naik turun. Mereka kemudian menghampirinya dan melihat korban minta tolong. "Saya salah satu penumpang helikopter," kata Joko meniru perkataan korban.

Tim penolong melemparkan sebuah pelampung ke arah Frans, tetapi ia tak kuasa meraihnya. Akhirnya, salah satu anggota tim terjun menolong korban.

Saat itu, Frans dalam kondisi dehidrasi dan lemas. Tangannya sudah mengembang akibat terlalu lama berada dalam air.

Danrem 023 Kawal Samudra Kolonel Fachry mengatakan, kini korban sudah dalam keadaan sadar dan sudah dapat dimintai keterangan. Untuk pertolongan pertama, korban dilarikan ke Puskesmas Onan Runggu. Kini, ia dirawat secara intensif di Rumah Sakit Hadrianus Sinaga.

Berdasarkan keterangan korban, Danrem 023 Kawal Samudra menghentikan pencarian jalur darat. Kini pencarian difokuskan di jalur danau. Dia meminta Pemkab Samosir untuk mengarahkan para nelayan dan masyarakat sekitar Desa Pakpahan, Sitinjak, dan Harian membantu menyisir pinggiran danau.

Source: Kompas




Possibly Related Threads...
Thread: Author Last Post
  [Share] rencana penghapusan Fixed Wireless Access (FWA) oleh pemerintah pada 2015 edison 11-26-2014 06:51 PM
Last Post: pokil
Sad [Info] Daftar Korban KA Malabar Sabtu Kemarin, 5 April 2014 bendjo116 10-12-2014 08:55 AM
Last Post: suryaxpc

Search thread:


[-]
Advertisement