Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

[Info] 'Kalau Tarif Data Murah Terus, Bersiaplah Kualitas Tak Bagus'

#1
Jakarta - Wacana kenaikan data yang ditiupkan operator seluler disambut dengan tangan terbuka oleh Menkominfo Rudiantara. Ibarat pepatah, ada harga ada rupa. "Silakan, ada mekanisme pasar persaingan tarif," kata menteri yang mantan eksekutif di sejumlah operator telekomunikasi ini. Tetapi yang pasti, lanjutnya, Kementerian Kominfo tidak akan mengeluarkan kebijakan floor price, menentukan harga minimum. "Yang akan kita dorong maintain adalah kompetisi. Harus ada pilihan bagi masyarakat pelanggan. Harus ada pilihan produk maupun pilihan harga," imbuh Rudiantara. Pelanggan juga diimbau jangan terus meminta harga semurah-murahnya tetapi di sisi lain menginginkan kualitas yang paling tinggi. Sebab harus ada hitung-hitungan ekonomis juga agar operator bisa terus menjalankan roda bisnisnya. "Operator jangan juga menjual di bawah harga produksi. Kalau begitu dan masyarakat inginnya harga murah-murah terus, bersiaplah dapat kualitas yang tidak bagus," menkominfo berpesan. Wacana untuk menaikkan tarif data telah disampaikan oleh sejumlah operator. Indosat misalnya, operator ini bahkan mengaku telah menaikkan tarif datanya sejak kuartal kedua atau ketiga tahun ini. President Director & CEO Indosat Alexander Rusli mengatakan, kenaikan tarif terpaksa ditempuh mengingat layanan data merupakan layanan nilai tambah yang berbeda dan membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan layanan tradisional seperti voice. "Memang dalam jangka pendek yang dirugikan pelanggan, tapi dalam jangka panjang yang diuntungkan ya pelanggan juga. Jadi take and give lah," jelasnya. Sementara President Director & CEO XL Axiata Hasnul Suhaimi mengakui, operator saat menjual layanan data saat ini masih belum mendapatkan margin yang ideal dan masih mengalami kerugian sekitar 10%-15%. "Bayangkan saja, biaya produksinya USD 3 atau sekitar Rp 30.000 per GB, tapi kita jualnya 6.000 per GB. Kadang kalau lagi promosi bisa per 2 GB," ujarnya. Menyikapi keluhan para operator ini, Menkominfo berpesan, kalaupun tarif data dinaikkan, jangan sampai konsumen yang dirugikan. "Artinya harus ada pilihan, termasuk pilihan harga bagi konsumen," tutupnya.

sumber : http://inet.detik.com/read/2015/01/02/19...i991101105
Reply
#2
(01-02-2015, 09:19 PM)samsx Wrote: Jakarta - Wacana kenaikan data yang ditiupkan operator seluler disambut dengan tangan terbuka oleh Menkominfo Rudiantara. Ibarat pepatah, ada harga ada rupa. "Silakan, ada mekanisme pasar persaingan tarif," kata menteri yang mantan eksekutif di sejumlah operator telekomunikasi ini. Tetapi yang pasti, lanjutnya, Kementerian Kominfo tidak akan mengeluarkan kebijakan floor price, menentukan harga minimum. "Yang akan kita dorong maintain adalah kompetisi. Harus ada pilihan bagi masyarakat pelanggan. Harus ada pilihan produk maupun pilihan harga," imbuh Rudiantara. Pelanggan juga diimbau jangan terus meminta harga semurah-murahnya tetapi di sisi lain menginginkan kualitas yang paling tinggi. Sebab harus ada hitung-hitungan ekonomis juga agar operator bisa terus menjalankan roda bisnisnya. "Operator jangan juga menjual di bawah harga produksi. Kalau begitu dan masyarakat inginnya harga murah-murah terus, bersiaplah dapat kualitas yang tidak bagus," menkominfo berpesan. Wacana untuk menaikkan tarif data telah disampaikan oleh sejumlah operator. Indosat misalnya, operator ini bahkan mengaku telah menaikkan tarif datanya sejak kuartal kedua atau ketiga tahun ini. President Director & CEO Indosat Alexander Rusli mengatakan, kenaikan tarif terpaksa ditempuh mengingat layanan data merupakan layanan nilai tambah yang berbeda dan membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan layanan tradisional seperti voice. "Memang dalam jangka pendek yang dirugikan pelanggan, tapi dalam jangka panjang yang diuntungkan ya pelanggan juga. Jadi take and give lah," jelasnya. Sementara President Director & CEO XL Axiata Hasnul Suhaimi mengakui, operator saat menjual layanan data saat ini masih belum mendapatkan margin yang ideal dan masih mengalami kerugian sekitar 10%-15%. "Bayangkan saja, biaya produksinya USD 3 atau sekitar Rp 30.000 per GB, tapi kita jualnya 6.000 per GB. Kadang kalau lagi promosi bisa per 2 GB," ujarnya. Menyikapi keluhan para operator ini, Menkominfo berpesan, kalaupun tarif data dinaikkan, jangan sampai konsumen yang dirugikan. "Artinya harus ada pilihan, termasuk pilihan harga bagi konsumen," tutupnya.

sumber : http://inet.detik.com/read/2015/01/02/19...i991101105

udah biasa nih... setiap orang ngaku rugi terus...

padahal untungnya dah gede... rrrgghh:
Reply
#3
cape ane ngedenger orang orang 'atas' cuma politik untuk mementingkan profitnya sendiri...
kalo udah naik terpaksa konsumen mau ga mau beli layanan data yang sudah naik karena data 'hampir' seperti pokok utama di sebabkan kemajuan tekhnologi..
haduuuh.................
Reply
#4
(01-03-2015, 12:00 AM)shiroyasha Wrote: cape ane ngedenger orang orang 'atas' cuma politik untuk mementingkan profitnya sendiri...
kalo udah naik terpaksa konsumen mau ga mau beli layanan data yang sudah naik karena data 'hampir' seperti pokok utama di sebabkan kemajuan tekhnologi..
haduuuh.................
apa hubungannya dengan politik? hah
Reply
#5
Kl emg ad knaikan, mga aj d imbangin ma playanan. Plg g desa2 jg bs mrasakan
Reply
#6
(01-03-2015, 12:16 AM)befree Wrote:
(01-03-2015, 12:00 AM)shiroyasha Wrote: cape ane ngedenger orang orang 'atas' cuma politik untuk mementingkan profitnya sendiri...
kalo udah naik terpaksa konsumen mau ga mau beli layanan data yang sudah naik karena data 'hampir' seperti pokok utama di sebabkan kemajuan tekhnologi..
haduuuh.................
apa hubungannya dengan politik? hah

iya gan, profit aja yg dipikir g sebanding dengan layanan
Terkadang Ada Hal Yang Tak Bisa Terucap Dan Hanya Mengguman Dalam Hati
Reply
#7
tapi sejujurnya tarif data kita masih lebih murah dibanding negara tetangga. di singapur dan malay lebih mahal loh. silakan cek webnya M1/Singtel/Starhub
Reply
#8
Klau harga mahal ya harus bisa mastikan dong kualitas terjamin
mungking bisa sbagai masukan buat provider kita
terima kasih
Reply
#9
mau gimana lagi indonesia ini negara kepulauan, yang jarak antar 1 pulai dengan yg lain itu lumayan jauh di pisah laut pula
pembangunan sarana telekomunikasinya juga pasti butuh biaya yg lebih banyak dibandingkan ngara lain
maklum mahal
Reply
#10
sbetulnya c g masalah di mahalin dikit.... yg penting kualitas n pelayanan.... yg paling penting bs menjangkau pelosok2....
saihan bnyak daerah2 yg blm bs merasakan 3g.....
Reply
#11
ya mestinya harus seimbang sih,kalo mao di mahalin coba pelayanannya juga harus di tingkatin
jangan mao mahal tapi kualitas seadanya
God's in His Heaven All's Right With The World

Reply
#12
mentrinya ternyata 11-12 sama yang kemarin :benjol:
Reply
#13
padahal tarif inet negara kita dah yg termasuk termahal didunia....kok malah mau di naikin lagi...blum lagi syarat dan ketentuan...mumet
Reply
#14
alah pret asalan para ISP aja itu mah kalau tarif data murah mereka pake strategi marketing yang sesuai dan baik and di barengi dengan peningkatan perbandingan antara pengguna dan infrastruktur saling imbang tak ada masalah kualitas akan tetap baik, kalau ISPnya cuman pengin ngambil keuntungan semata dan ga meningkatkan kualitas jaringan mereka itu baru akan nurun, mau untungnya doang
Reply
#15
indonesia mah udah mahal
layanannya putus2
jadi gimana pelanggan mau puas -_-"
AVI
Reply
#16
kalo mahal, ga kebeli , ga konek internet gan
Reply
#17
kalo diplosok mau mahal atau murah pasti tetep aja ga bagus, ane pribadi yg hidup diplosok ga berharap banyak kualitasnya bisa bagus.
Reply
#18
cari untung .-.
ya klo di setiap tempat bisa bagus,
bagusnya cma yg di perkotaan
yg dipedalaman gk bisa nikmatin
Reply
  


Possibly Related Threads…
Thread Author Replies Views Last Post
Information Sang penulis Naruto, Kishimoto, dipaksa untuk terus menulis ForNesiaFreak 0 531 11-23-2020, 12:52 AM
Last Post: ForNesiaFreak