Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Mengapa ulama besar Muhammad Quraish Shihab menolak disebut Habib?

#1
Information 
Habaib menurut para ulama artinya keturunan Rasulullah yang dicintai. Dari situ, tersirat ada dua syarat bagi seseorang untuk layak menyadang gelar, atau digelari Habaib: ‘keturunan Rasulullah’ dan ‘dicintai’.

Terkait penolakan Muhammad Quraish Shihab (MQS) disebut Habib, tentu yang paling tahu beliau sendiri, tetapi menurut saya ada tiga kemungkinannya.

Pertama, beliau tidak terlalu yakin bahwa nasab beliau benar-benar sampai kepada Rasulullah. Ini bisa dimaklumi sebab rentang waktu yang dilalui sudah terlalu panjang (14 abad=1400 tahun).

Jika seseorang memiliki putra pada usia 30 tahun, maka dalam seratus tahun saja itu sudah ada 3 generasi. Dalam 1400 tahun berarti sudah ada 42 generasi, memetakan silsilah keluarga dalam 42 generasi jika garisnya lurus mungkin tidak sulit (itu pun jika ada catatan tertulis setidaknya mulai dari generasi ke-tiga).

Tetapi jika dalam 14 abad itu terjadi perkawinan lintas suku pada setiap generasi, disertai pula dengan praktik poligami, dan/atau pernikahan antara janda beranak dengan lelaki beranak, maka ’pemetaan’ ulang silsilah itu bukanlah perkara mudah.

Boleh jadi beliau, MQS, tahu bahwa silsilah yang beliau punya dan yang dimiliki orang-orang keturunan Arab di Indonesia itu dibuat di era modern, menggunakan tulisan tangan di atas kertas. Kalaulah usia dokumen yang mereka miliki itu sudah berumur 300 tahun (9 generasi terakhir), masih ada gap 1000 tahun (33 generasi dari Rasulullah) yang harus dipertanyakan.

Note: Di Indonesia, rentang waktu 14 abad setara dengan masa Kerajaan Sriwijaya kuno. Kerajaan yang konon terbesar di nusantara pada eranya itu sangat miskin catatan sejarah, terlebih mengenai sislsilah rajanya.

Kedua, MQS mungkin merasa tidak pantas dipanggil Habaib karena beliau merasa tidak memenuhi syarat kedua “dicintai”. Faktanya, meskipun beliau adalah ulama besar, berilmu tinggi, ahli tafsir, toh banyak orang yang menganggap beliau sesat.

[Image: main-qimg-98629949b62dec88181c223cc0f952aa_jmg50t]

Ironisnya, label sesat kepada beliau justru disematkan oleh sesama ustad keturunan Arab, hanya gegara beliau tidak memaksa putri beliau (Najwa Shihab) mengenakan jilbab.

Ketiga, penyebab beliau ‘ogah’ dipanggil Habib, mungkin karena tidak melihat urgensi dan kepentingannya buat kemaslahatan umat, agama, bangsa, dan negara.

BL, 20 November 2020

Sumber: Mohammad Kanedi [Only registered and activated users can see links Click here to register]
:needmod
Reply