Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

[Share] SEPUCUK SURAT UNTUK PRESIDEN RI DARI SEORANG PENGGUNA LINUX INDONESIA

#1
SEPUCUK SURAT UNTUK PRESIDEN RI DARI SEORANG PENGGUNA LINUX INDONESIA



Kepada Yth. Presiden RI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Presiden RI yang terhormat, sebelumnya saya mohon maaf atas kelancangan dan ketidaksopanan saya ini. Mohon maaf juga bila surat (yang mungkin dianggap tidak penting) ini mengganggu kesibukan njenengan. Sekali lagi saya mohon maaf.

Nama saya Rania, salah satu dari sekian juta rakyat njenengan yang tinggal dan hidup selama bertahun-tahun di Indonesia, negara yang njenengan pimpin saat ini. selain sebagai seorang rakyat, saya mengirim surat ini juga sebagai seorang pengguna Linux tanah air.

Mungkin njenengan tak peduli dan kurang begitu tertarik dengan barang yang namanya Linux, namun menurut pribadi saya, eksistensi Linux di negera ini cukup penting untuk menuju sebuah kemandirian teknologi bangsa.

Dari beberapa media, saya juga tahu keadaan Indonesia hari ini tak begitu baik (bila tidak mau dikatakan buruk). Permasalahan ekonomi, sosial dan segala tetek bengek lainnya selalu mewarnai negara yang Bapak pimpin. Sebagai rakyat yang masih bodoh, saya hanya mampu membantu lewat doa, semoga yang mimpin negara besar ini benar-benar mampu menjadi orang yang sabar, inovatif, ulet dan mampu menjadi pemberi solusi, dalam bahasa anehnya Problem Slover.

Kembali ke posisi saya sebagai pengguna Linux di Indonesia. Pak, saya tidak begitu tahu menahu soal investasi yang diberikan pihak Microsoft pada bangsa ini. Yang saya tahu, pihak Microsoft itu malah merupakan salah satu item yang yang membuat kita melarat. Setidaknya ada dua pilihan, antara melarat dan amoral.

Lha bagaimana ndak melarat coba, kalau semua komputer-komputer yang ada di pemerintahan yang jumlahnya seabrek menggunakan sistem operasi Windows sedangkan untuk satu komputer saja perlu biaya lisensi yang harganya melebihi penghasilan bapak saya perbulan. Belum lagi nanti kalau ada rilis terbaru pasti akan ada yang namanya upgrade dan pembaharuan perangkat untuk menyesuaikan kebutuhan dari perangkat lunak yang digunakan. Sekali lagi, biayanya itu mahal Pak, dan komputer itu tidak hanya di kantor-kantor pemerintahan. Rakyat-rakyat njenegan juga banyak yang menggunakan barang ajaib ini.

Di sisi lain, para pengguna komputer di Indonesia cenderung masih gemar dengan yang namanya barang bajakan. Kalau menggunakan barang bajakan memang sih tidak perlu membayar, namun saya yakin njengan adalah orang pinter yang tahu jelas mengenai hitam-putihnya barang bajakan serta dampak negatifnya sekalian.

Di tengah kesibukan njenengan mengurus pelbagai permasalahan ini dan itu, saya mohon luangkanlah satu menit saja dari waktu yang Bapak punya untuk kembali melihat potensi Linux yang dapat membantu bangsa ini.

Bukanlah saya orang yang suka muluk-muluk. Saya punya banyak teman sesama pengguna Linux, lebih tepatnya penggiat Open Source. Kami hidup di dalam suatu komunitas yang mengedepankan kebersamaan, kebebasan berbagi pengetahuan dan kelegalan perangkat lunak. Meski kami bukan orang-orang politik, namun sering sekali kami merasa tersakiti karena beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Salah satu hal yang sampai saat ini masih menyakiti kami adalah ketika materi-materi pengajaran di bangku sekolah masih didominasi dengan materi dari perangkat lunak close source. Mungkin njenengan kurang begitu sadar bagaimana rasa sakit yang kami maksudkan ini.

Jadi begini, Pak. Indonesia memiliki sebuah proyek bernama Indonesia Goes Open Source (IGOS). Proyek ini sejatinya adalah proyek yang diresmikan oleh lima menteri yang menjabat beberapa tahun silam. Secara garis besar, tujuan diadakannya proyek ini adalah sebagai bentuk nyata untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam bidang teknologi perangkat lunak. Namun sayang, beberapa tahun silam pula, ada menteri yang tiba-tiba mengadakan MoU dengan pihak Microsoft, naasnya meneteri tersebut adalah salah satu menteri yang dulunya ikut merilis proyek IGOS.

Bila keadaanya seperti ini terus, bagaimana mungkin produk lokal dapat berkembang bila tidak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak? Termasuk di dalamnya adalah dukungan dari pemerintah. Rekan-rekan sekolah saya sering sekali beranggapan Linux itu susah dan lebih memilih menggunakan perangkat lunak bajakan ketimbang peragkat lunak legal. Padahal Linux bukanlah momok yang patut ditakuti layaknya koruptor. Tentu saja ini adalah imbas daripada minimnya pembelajaran dan pengenalan Linux di sekolah-sekolah.

Bukan saya bermaksud membanding-bandingkan atau bagaimana, meski pada beberapa hal saya kurang suka, namun pada masalah ini saya salut dengan Tiongkok. Setidaknya mereka berani mengambil tindakan untuk memopulerkan produk teknologi mereka sendiri di negara mereka sendiri. Bahkan mereka menolak menggunakan mesin pencari Google dan lebih menekankan pada penggunanaan mesin pencari buatan mereka sendiri yang bernama Baidu. Sebuah tindakan berani, menurut saya.

Pak Jokowi, soal Linux, Indonesia bukanlah negara yang tertinggal. Sejatinya kita adalah negara yang cukup produktif (meskipun belum mendapat dukungan secara nyata dan signifikan). Indonesia punya produk Linux bernama Blankon yang telah diakui dunia. Hal tersebut terbukti dengan masuknya Blankon ke dalam jajaran distribusi Linux dunia di laman distrowatch.com. Selain itu kita juga punya IGOS Nusantara yang begitu getol mempromosikan Indonesia melalui desktopnya yang cantik nan indah. Ditingkat daerah ada Grombyang OS, Asril OS, Linux Biasawae dan ratusan karya lain yang sampai saat ini belum ter-list dan termanajemen dengan baik oleh pemerintah. Mereka hanya berkembang di komunitas dan sedang mencoba berkembang keluar dengan segala kemadirian dan keterbatasan.

Sampai pada bagian ini sejujurnya saya khawatir njenengan bingung dengan semua yang saya sampaikan ini. Pada intinya, saya dan tentunya teman-teman pengguna Linux di seluruh Indonesia, akan senantiasa siap dan berkenan untuk memajukan NKRI di bidang teknologi perangkat Lunak. Kami percaya dan kami yakin sekali bahwa dunia per-Linux-an Indonesia dapat memberikan kontribusi yang baik untuk negara ini.

Satu hal saja yang kami butuhkan, dukungan pemerintah. Ya, mungkin itu saja. Setidaknya dengan hal tersebut para pengguna komputer yang jumlahnya cukup banyak itu akan menjadi melek dan paham soal sisi buruk dari pembajakan perangkat Lunak.

Oh iya, agar tidak salah paham. Saya menulis surat ini lantaran saya membaca sebuah berita yang mengatakan bahwa njenengan, pada sebuah acara, mengatakan agar kemajuan teknologi tidak hanya menguntungkan satu pihak dan seterusnya pada Selasa 22 Spetember 2015 lalu. Jawaban sementara dari saya dan rekan-rekan untuk permintaan Bapak sementara ini adalah Linux.

Saya bukanlah programmer, hacker, atau ahli di bidang komputer. Saya hanya seorang yang mencoba menjadi orang yang pedulia. Saya sekedar sastrawan Linux, itu saja. Semoga Bapak Jokowi berkenan untuk membantu Indonesia menuju sebuah kemerdekaan. Merdeka!

Terimakasih dan sekali lagi, maaf untuk kelancangan ini.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, 27 September 2015
Seorang Pengguna Linux Tanah Air

SUMBER
Reply
#2
susah gan..
beberapa taun yang lalu fakultas ane pernah ngadain sosialisasi buat peralihan ke opensource, semua pc difakultas dipasang ubuntu, g sampe 2 bulan akhirnya balik ke windows semua dan proyek peralihan dibatalkan..
keluhannya antara lain:
Spoiler:
aslinya ya kurang biasa pake aj, tapi ya maklum lah, mereka bukan orangIT, sudah rada tua, dan udah sangat terbiasa pake ms, jadi kalo diajarin ya luemot o.O
mungkin kalo PNS yang g mau belajar dipecat semua dan diganti fresh-grad sarjana, bisa jalan tuh programnya o.O

btw, daripada ke jokowi mending ke menkominfo dkk aj, si jokowi uda pusing mikirin ratusan masalah lain tentang negara ini buahaha
Reply
#3
eaa.. salah satu problematika di indonesia lagi. kurang adanya penerimaaan pemasukan padahal demi kemajuan indonesia itu sendiri. Smile
berdoa saja. semoga bisa lebih baik. Smile
Rocky_Seal, Harta bukan segalanya. Ilmu yang lebih utama :cool:
Reply
#4
(09-30-2015, 04:30 PM)aviator Wrote: susah gan..
beberapa taun yang lalu fakultas ane pernah ngadain sosialisasi buat peralihan ke opensource, semua pc difakultas dipasang ubuntu, g sampe 2 bulan akhirnya balik ke windows semua dan proyek peralihan dibatalkan..
keluhannya antara lain:
Spoiler:
aslinya ya kurang biasa pake aj, tapi ya maklum lah, mereka bukan orangIT, sudah rada tua, dan udah sangat terbiasa pake ms, jadi kalo diajarin ya luemot o.O
mungkin kalo PNS yang g mau belajar dipecat semua dan diganti fresh-grad sarjana, bisa jalan tuh programnya o.O

btw, daripada ke jokowi mending ke menkominfo dkk aj, si jokowi uda pusing mikirin ratusan masalah lain tentang negara ini buahaha

bner juga sih kata agan, tp bagi kaum muda seperti saya patut tuh buat dipelajari, karna klo bukan kita siapa lg penurus bangsa,, apa lg sekarang teknologi semakin maju dan jg banyak anak2 yg masuk IT tp entah lah anak2 jaman sekarang cuma ngikutin trend atau emang niat untuk mempelajari dunia IT Smile
Reply
#5
Dulu waktu kuliah ane pernah mencoba belajar LINUX tp akhirnya patah ditengah jalan. Alasannya cuman satu gan, gak punya modal, PC ane cuman satu dengan spek minim dan harus digunakan untuk macem2 aplikasi sementara untuk mencari aplikasi buat linuX dulu sangatlah susah. Terpaksa Balik lagi ke-windows walau cuman BAJAKAn ....
Sebetulnya sekarangpun niat untuk belajar masih ada, cuman klau sekarang kalah ma kerjaan.
Reply
#6
Mantap materi surat nya, tapi sayang semua system perkantoran sudah berjalan di basis windows buat interface nya,jadi mau pemerintahan ato perkantoran swasta semua pegawai nya rata2 cuman bisa mengoperasikan windows,jadi sepertinya sangat sulit untuk pemerintahan mau merombak system yang sudah ada.
Jadi Jika Sastrawan linux ini Bukan Programer o.O tapi peduli dengan kemajuan Open Source,Mungkin dia Harus Jadi programer dan Membuat Linux semirip mUngkin Dengan Interface windows dan Membuat nya Free Untuk Di gunakan,karena Tdk tidak semudah mebalik telapak tangan User nya langsung berpindah ke Linux Smile
Reply
#7
problema lma warna,warni d tanah trcinta ini,,,, d tmpt sekolah ane jg sma all windows,,,,, prnh lepi pke linux d tmpt sekolah, itu lepi kpake cmn bbrapa bbrap mapell doang, buat blajar programing yg open source kya php,java,,, alhasil balik maning ning windows.
kangsander, proud to be a member of ForNesia Family since Oct 2014. dan saya suka Kimcil.
Reply
#8
saya sangat setuju dengan gagasan TS walaupun semua system perkantoran sudah berjalan di basis windows
tapi kalau ada usaha buat generasi kita kedepannya patut dicoba disekolah2 sekarang kan sudah ada les computer
mulai SD sampai perkuliahan. kita coba mulai dari SD sudah diajarin pakai Linux bukan Windows
mungkin generasi kita 25 taun kedepan semua dah terbiasa menggunakan system Linux dan bisa bikin software dan hardware canggih
bangga banget pasti jadi rakyat indo

kalau ada salah saya mohon maaf saya juga masih buta soal OS linux dan sejenisnya
Reply
#9
masalahnya sih linux kurang familiar terutama bagi pekerja kantoran / pns yang rata rata hanya bisa pakai windows. Apalagi distro linux yang banyak dan kadang cari software untuk kerjaan yang susah atau ada trouble cari troubleshootingnya yang susah
kethil, proud to be a member of ForNesia Family since Mar 2014.
Reply
#10
(09-30-2015, 09:00 PM)kenzho Wrote: saya sangat setuju dengan gagasan TS walaupun semua system perkantoran sudah berjalan di basis windows
tapi kalau ada usaha buat generasi kita kedepannya patut dicoba disekolah2 sekarang kan sudah ada les computer
mulai SD sampai perkuliahan. kita coba mulai dari SD sudah diajarin pakai Linux bukan Windows
mungkin generasi kita 25 taun kedepan semua dah terbiasa menggunakan system Linux dan bisa bikin software dan hardware canggih
bangga banget pasti jadi rakyat indo

kalau ada salah saya mohon maaf saya juga masih buta soal OS linux dan sejenisnya

nah ane setuju tuh sm agan, tentang pembelajaran linux dari sd smpe perkuliahan, biar kita ngk tergantung sm os mikocok rrrgghh:

(09-30-2015, 09:24 PM)kethil Wrote: masalahnya sih linux kurang familiar terutama bagi pekerja kantoran / pns yang rata rata hanya bisa pakai windows. Apalagi distro linux yang banyak dan kadang cari software untuk kerjaan yang susah atau ada trouble cari troubleshootingnya yang susah

mungkin dulu emang susah gan tp se iring nya perkembang jaman, sekarang app windows bisa di jalanin di linux kok walaupun ngk semua nya Smile
Reply
#11
(09-30-2015, 03:33 PM)wawan740 Wrote:
SEPUCUK SURAT UNTUK PRESIDEN RI DARI SEORANG PENGGUNA LINUX INDONESIA




Kembali ke posisi saya sebagai pengguna Linux di Indonesia. Pak, saya tidak begitu tahu menahu soal investasi yang diberikan pihak Microsoft pada bangsa ini. Yang saya tahu, pihak Microsoft itu malah merupakan salah satu item yang yang membuat kita melarat. Setidaknya ada dua pilihan, antara melarat dan amoral.

Lha bagaimana ndak melarat coba, kalau semua komputer-komputer yang ada di pemerintahan yang jumlahnya seabrek menggunakan sistem operasi Windows sedangkan untuk satu komputer saja perlu biaya lisensi yang harganya melebihi penghasilan bapak saya perbulan. Belum lagi nanti kalau ada rilis terbaru pasti akan ada yang namanya upgrade dan pembaharuan perangkat untuk menyesuaikan kebutuhan dari perangkat lunak yang digunakan. Sekali lagi, biayanya itu mahal Pak, dan komputer itu tidak hanya di kantor-kantor pemerintahan. Rakyat-rakyat njenegan juga banyak yang menggunakan barang ajaib ini.

SUMBER
bukannya ngebelain mikocok tp setau ane itu ada lisensi khusus buat perusahaan2 jadi cmn beli 1 lisensi untuk puluhan PC ( tentunya harganya jauh lbh murah dibandingkan harus beli puluhan lisensi per PC )

ane sendiri sih pake linux cmn buat keperluan tertentu aja. tp klo buat sehari2 lbh seneng pake windows (walopun bajakan kwkwkwkw)
rudicha, proud to be a member of ForNesia Family since Sep 2015.
Reply
#12
saya sebagai pengguna turut prihatin dgn keadaan ini. :rose:
Reply
#13
sbg mantan pengguna linux turut prihatin..
terpaksa pake windows lagi, tinggal klak klik next next finish.
makanya pake bajakan windows biar mikocok bangkrut ketawaaa
Reply
#14
ane gak yakin pak sresiden bakal baca ini..
kenapa ente gak nulis opini dikoran aja gan..
biar banyak politisi yg baca..
Reply
#15
(10-02-2015, 10:11 AM)fullramadhani Wrote: ane gak yakin pak sresiden bakal baca ini..
kenapa ente gak nulis opini dikoran aja gan..
biar banyak politisi yg baca..
iya sih gan tp se engga nya ane cm bantu share.. siapa tau ada media yg ngangkat ini..

Sent from my R821 using Tapatalk
Reply
#16
Dimulai dari 0 gan... kalau balik ke linux... semua perusahaan dan semua rumah yang ada komputer sudah menggunakan ms dari dulu...
tapi kalo seandainya saran agan kesampean... buru2 buka tempat kursus linux gan .. Pasti !! Laku keras dan sukses buahaha
ch3ung, proud to be a member of ForNesia Family since Oct 2014. dan saya suka situ

[Image: xTiTnBzDevLlb9weIM.gif]
Reply
#17
meskipun ane pengguna windows, gk pernah gunain linux, tapi ane mendukung apa yg tertulis disurat tersebut
nntilah tunggu kuliah dulu baru belajar linux, klo belajar otodidak mumet pala ane, secara dari sd pelajaran kumputernya pake windows mulu rrrgghh:
Reply
#18
windows udh mendarah daging kayanya di indonesia
enxq, proud to be a member of ForNesia Family since Sep 2015.
Reply
  


Possibly Related Threads…
Thread Author Replies Views Last Post
Tongue [SHARE] Gadis Bersaudara yang Super Cantik Ini Ternyata dari Indonesia leroforz 41 15,990 04-27-2017, 11:32 PM
Last Post: fendycp
  INFO Karena Tidak Aman 35 juta Pengguna Whatsapp Pindah ke Telegram bendjo116 62 18,047 04-27-2017, 12:58 PM
Last Post: nightelf